Directed by: Tiwa Moeithaisong
Written by: Tiwa Moeithaisong
Starring: Mai Charoenpura
Anuway Niwartwong
Wiradit Srimalai
Rattanaballang Tohssawat
Duangta Tungkamanee
Synopsis:
Meat Grinder buatan filmaker negeri gajah putih (THAILAND) ini bercerita tentang seorang wanita bernama Buss. Kehidupannya diselimuti oleh kemiskinan dan mengalami masa lalu yang benar-benar membuat dirinya trauma. Dalam kehidupan bermasyrakat dia tidak begitu mengadakan kontak sosial dengan penduduk sekitar karena kehidupan masa lalunya, dia menjadi pribadi yang tertutup. Untuk bertahan hidup dia memiliki usaha mie ayam keliling, tapi usahanya ini tidak mampu membuatnya bertahan hidup dari kemiskinan dan kejaran dari para rentenir.
Suatu hari ketika Buss sedang berjualan, tiba-tiba saja terjadi sebuah demonstrasi yang berujung pada kerusuhan. Orang-orang pada berlari dikejar oleh para polisi. Buss pun menyelamatkan diri dari kerusuhan itu. Sesampainya dirumah Buss terkejut karena menemukan sesosok mayat tergeletak di dalam gerobak mienya.
Sejak itulah terbersit dalam pikiran Buss untuk menggunakan daging manusia sebagai bahan utama mie ayamnya. Membunuh dan membunuh itulah yang dilakukan Buss yang ternyata membuat mie ayamnya terasa lebih enak.
oke-oke..cukup sekiansynopsisnya. Sekarang saya mau nunjukkin trailernya terlebih dahulu. Biasanya saya nunjukkin trailer di akhir tulisan, tapi di tulisan ini trailernya saya letakkan di tengah-tengah. Karena saya pengen tahu apa pendapat kalian setelah nonton trailernya. Tonton dulu yah, baru baca tulisan selanjutnya.
Gimana udah? pasti setelah nonton trailer ini kalian beranggapan film sadis, bikin muntah, menakutkan bahkan adegannya bakalan sampai kepikiran selama dua hari kedepan…yup, saya juga beranggapan seperti itu dan langsung saja saya suruh Pak De buat download. Apa yang saya dapat setelah nonton hanyalah KECEWA BESAR!!!! saya dibohongi oleh trailer yang sangat sadis itu. Awalnya sih, film ini cukuplah membuat saya menikmati film ini. Aktris yang memerankan Buss cukup bagus sebagai seorang perempuan yang mempunyai masa lalu yang kelam. Adegan bunuh-bunuhannya juga sadis, terutama adegan ketika si Buss menggorok si rentenir dengan pisau daging, plus menusuk mulut algojonya dengan pisau dapur dan adegan si Buss menghantam kepala algojo gemukĀ ke meja yang tertancap paku. Crot…gelimpangan darah, potongan-potongan tubuh cukup membuat saya ngeri. Inilah adegan paling saya suka dari film ini.
Tapi kebelakanganya, saya mulai mengalami kebosanan dengan film ini. Ternyata adegan sadisnya cuma ada di awal-awal film. Filmnya kalau saya bilang film nyeni yang nggak berhasil. Sadis dimatikan oleh bakground musik yang terlalu banyak, menurut blog Horrorsekarepdewek juga gitu. kalau boleh saya bandingkan dengan film sadis buatan Thailand yang lain, saya lebih suka sama film Art of the Devil yang sempet bikin gue jijik dan pengen muntah (ntar saya review filmnya, mau nonton ulang)
Sekali lagi gua KECEWA…satu yang saya petik dari film ini “JANGAN PERCAYA SAMA TRAILER FILM”









wah, ‘art of devil’ ditunggu ya reviewnya
emang nih film, kalo buat saya sih kurang memenuhi selera aja, tapi ternyata temen saya banyak juga yang suka film ini hehehe
nice review, anyway
[Reply]
dirgantara Reply:
March 11th, 2010 at 3:00 am
ah, review jelek nih…masih bagus review kmu…ntar bagi2 film horor yah tentunya yang banyak darah dan mutilasi…
[Reply]
Agung Pushandaka Reply:
March 11th, 2010 at 5:49 am
Wah, eka ketemu koncone..
[Reply]
kalau dibandingkan, saya lebih berminat nonton film horor (hantu) daripada film sadis bro..
[Reply]
Saya juga sama kaya pak wira. Blum kuat nonton film yang banyak darahnya.
[Reply]
Bravooo… Eka makin mantafff BLoG-nya. dan sua konco yang sehobby rupanya. tapi sayangnya sejauh ini blom kesampean nonton film bergenre beginian, khawatir terbawa mimpi. Mending nonton yang sedikit esek” gituh… :p
[Reply]
jgn2 sperti hipotesa ttg film2 horor mesum itu..”adegan2 syur itu cm ada 30 detik dan digabung jdi satu di trailernya” hahahaha
[Reply]
Lebih para dari film Indonesia kah??
[Reply]
dirgantara Reply:
March 20th, 2010 at 1:50 am
halah…jangan pernah ngebandingan film horror thailand ma horror Indonesia….kalah jauh, walau ada juga yang sama levelnya tapi tetap aja Thailand lebih Top…
[Reply]
wah setuju banget.. nonton film ini lagi di INAFFF.. dikira keren.. taunya… blah!
durasi 80 menit berasa kayak nonton film 2 jam!
padahal intinya cuma 1: cemburu buta :hammer-sehammer-hammernya:
[Reply]
ga bagus ya?
behh
[Reply]