Written by: James Watkins
Starring: Kelly Reilly
Michael Fassbender
Tara Ellis
Jack O’Connell
Finn Atkins
Jenny (Keily Rey) dan sang kekasih Steve (Michael Fassbender) memutuskan untuk berlibur ke sebuah tempat yang sangat romantis yaitu sebuah danau kecil di tengah-tengah hutan. Tempatnya berlibur mereka ini sepi, hanya mereka saja yang terlihat melakukan kegiatan disana. Tempat sepi dengan dua pasangan..ehm terlintas dalam pikiran saya hal-hal jorok…hihihi. Awalnya kegiatan berlibur mereka berjalan lancar-lancar saja hingga seekor anjing Rottweiler mengagetkan Jenny. Pemilik anjing ini ternyata sekumpulan remaja Bengal yang merasa dirinya sok berkuasa. Steve yang melihat kekasih pujaannya diganggu harus dan musti menegur para remaja ini (sekalian cari perhatian sang kekasih kale…). Hasil adu mulut antara Steve dan remaja-remaja sok berkuasa itu pun tidak berjalan sukses. Para remaja itu tidak mau mendengarkan Steve.
Keesokan harinya, Steve dibuat marah oleh para remaja ini. Ban mobilnya dikempesin. Langsung saja Steve dan Jenny ke kota untuk mencari orang tua mereka dan memberitahu kalau anak-anaknya telah mengganggu mereka. Ternyata sejak saat itu, ulang anak-anak nakal ini semakin menjadi-jadi. Mereka membawa kabur mobil Steve tadi. Steve dan Jenny pun mencari keberadaan the Little Fucker ini.
Ketemulah Steve dengan para remaja ini di tengah hutan yang gelap dan terjadilah konfrontasi antara mereka yang berakhir dengan perkelahian Steve dengan remaja-remaja itu. Tanpa sengaja Steve menusukkan pisau lipat ke anjing punya gerombolan remaja ini. Seperti disulut puntung rokok yang mengakibatkan kebakaran hutan, kematian anjing mereka ini membuat sisi setan dalam diri mereka bangkit. Para remaja ini marah besar terutama sang pemimpin-Bret. Dimulailah perjuangan pasangan ini untuk bertahan hidup dari amarah luar biasa para remaja yang berniat membalas dendam kematian anjingnya.
————————————–
Pertama kali saya melihat posternya di Blog horrorpopcorn, saya nyangkanya ini film tentang slasher perempuan dengan wajah mengerikan bersenjatakan kayu berpaku yang membunuh para pelancong di Eden Lake. Tentu saja saya tertarik dengan posternya dan pikiran saya tentang filmnya tanpa membaca terlebih dahulu reviewnya (Saya suka slasher wanita). Ya, saya nyangkanya cerita di film ini kurang lebih sama seperti Friday, 13th, apalagi judulnya Eden Lake mengingatkan saya sama Crystal Lake…hehehe.
Dan ternyata setelah ditonton ternyata yang saya pikirin itu salah. Walaupun format cerita di film Eden Lake ga jauh-jauh beda sama Friday 13th atau film horror lain yang mengangkat cerita tentang sekelompok turis yang musti bertahan hidup dari kejaran sang psikopat local. Bedanya film ini sama film dengan tema sejenis adalah, yang menjadi momok ditakutkan turis asing ini adalah sekelompok remaja nakal yang marah karena anjingnya mat. Anehnya, masa sih Steve ga bisa ngehandle mereka, secara gitu Steve itu orang dewasa dan musuhnya para anak-anak remaja yang harusnya lebih kuat dari mereka walaupun mereka dalam jumlah banyak. Atau mungkin pesan yang ingin disampaikan sang sutradara James Watkins adalah “jangan menganggap anak-anak itu sepele, mereka bisa jadi begitu brutal di luar apa yang orang dewasa pikirkan.” Ehm…I Don’t Know.
Selain cerita dan pesan yang kemungkinan seperti itu yang ingin disampaikan. Ada satu yang bener-bener buat saya berpikiran “gampang ya acting di film ini.” Pikiran saya ini ditujukan ke satu-satunya cewek di geromobolan remaja ini. Dari awal film sampai akhir yang saya lihat Cuma di scene danau itu saja dia ada dialognya malahan dikit banget. Selebihnya, dia hanya memasang muka masam dan sesekali merekam kegiatan penyiksaaan yang dilakukan teman-temannya.
Oke-oke…cukup segitu dah. Walau cerita Eden Lake bisa dibilang masih biasa, film ini layak kok buat ditonton. Ga jelek-jelek amat…yah setidaknya setelah kalian menyaksikan film ini dan ending filmnya kalian akan mengatakan…
“YEAH…KIDS are ASSHOLE”
Rating: 7/10












Eduuunnnnn…
[Reply]
dirgantara Reply:
April 1st, 2010 at 4:48 am
apanya yang Edun….filmnya atau saya? hehehe
[Reply]
film ini kayanya punya komentar sosial tertentu tentang kultur kekerasan yang melanda anak-anak di Eropa. Beberapa tahun lalu, di Russia pernah digemparkan ama video sadis penyiksaan yang dilakukan anak-anak terhadap seorang kakek-kakek. dan video itu di pamerin di internet. belum lagi video sadis lainnya dari jepang atau amerika.
jadi kayanya maksud film ini ” gini nih jadinya kalo anak-anak dibiarin deket ama kultur kekerasan..” dan sindiran itu disajiin secara sinis oleh sutradara film ini.
predikat ” Most Provocative movie of the Year” kayanya emang cocok buat film ini
[Reply]
dirgantara Reply:
April 1st, 2010 at 6:56 am
wah….ternyata itu, saya ga terlalu mendalam bahas seluk-beluk sebuah film…but saya suka film ini, endingnya itu bener2 bikin kesel ma anak2 itu..
[Reply]
hooh bener endingnya bikin kesel hahahaha nice review
[Reply]
anak-anak “setan”-nya ngeselin bgt nih…hahahaha
tapi gw suka sama film ini, apalagi ending
[Reply]