
Synopsis:
Pada penerbangan dari Los Angeles ke Paris, seorang ilmuwan gila dari CIA mengangkut sebuah peti mati berisi tubuh rekan terinfeksi virus rekayasa genetika. Ilmuwan gila ini menemukan dan mengembangkan virus ini dengan maksud untuk mengubahnya menjadi senjata biologis. Tujuannya untuk menghasilkan tentara yang bisa terus berjuang bahkan dalam keadaan terluka parah. Pesawat 747 melintasi badai kekerasan, ketidakstabilan pesawat menyebabkan mayat itu keluar dari peti. Ternyata mayat perempuan yang ada didalam peti ini masih hidup. Seseorang yang bertugas menjaga peti ini tentu saja terkejut dengan hal ini, karena mayat itu kembali hidup. Dia pun membunuh mayat itu untuk kedua kalinya. Bukannya mati, mayat itu kembali hidup bahkan lebih kuat dan membunuh penjaga itu serta membuatnya menjadi zombie. Virus ini ternyata mampu membuat menuasia menjadi mayat hidup yang agresif atau yang disebut zombie. Virus ini ditularkan melalui cairan tubuh. Yang terinfeksi memiliki kemampuan super, berlari dan melompat di luar kemampuan manusia. Satu persatu penumpang di pesawat 747 mulai terjangkit virus ini. Pesawat pun dipenuhi dengan zombie-zombie yang kelaparan. Penumpang yang tidak terjangkit virus kini harus berjuang dari ancaman para zombie ini.


Kalau pernah menonton film Snake on the Plane karya David R. Ellis dimana para penumpang penerbangan Boeing 747-400 diteror ratusan ular yang sangat berbisa, film Flight of the Living Dead mempunyai konsep cerita yang hampir sama tetapi dalam film ini, Scott Thomas selaku director film ini menggantikan peran ular-ular berbisa ini dengan mayat hidup yang agresif dan selalu kelaparan ini.
Flight of the Living Dead sendiri bukanlah film zombie yang bisa dibilang sukses. Acting para actor disini sangatlah standart banget kalau nggak mau dibilang jelek. Yah saya memang bukanlah actor yang mampu berakting dengan sangat baik, tetapi saat menyaksikan tidak ada greget yang bisa mereka perlihatkan. Ehm, mungkin si Scott Thomas tidak memerlukan acting yang kuat dari para aktornya, Scott Thomas mungkin lebih focus untuk menampilkan sosok zombie yang menyeramkan seperti Tagline dari film ini “Chiling Horror, Zombie action at its best” dan sepertinya hal itu gagal untuk saya.
Bukan ketakutan yang dapatkan setelah melihat aksi para zombie mengubah satu persatu penumpang yang ada pesawat tapi malah ketawa ngakak. Banyak adegan zombie disini yang membuat saya ketawa, salah satunya adegan zombie warga keturunan Jepang ini. Warga Jepang ini dari awal keberangkatan selalu tidak melepaskan sabuk pengaman bahkan sampai dia menjadi zombie. Bisa dibilang zombie jepang inilah zombie paling apes di film ini karena sejak dia jadi zombie sampai akhirnya mati dia tidak dapat mangsa. Lucu ketawa ngakak saat zombie Jepang ini mencoba menangkap manusia yang lewat disampingnya tapi karena terikat sabuk pengaman dia pun nggak mendapatkan mangsanya.

Makanya di akhir film saya mempertanyakan genre film ini Action Horror atau malah komedi horror.









film Snake on the Plane itu saya pernah nonton Ka, bagus.. tapi yang ini belum
[Reply]